NUNUKAN, PNN- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nunukan menggelar pembukaan Pelatihan kompetensi keterampilan kemandirian pada Jumat, (11/02/22) di Aula Lapas Nunukan.

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas II B Nunukan Pratya Aji yang juga selaku ketua panitia mengatakan, bagi Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) lapas Nunukan yang mengikuti 40 orang dibagi dua kelompok, yaitu Konstruksi bangunan 20 orang dan pertukangan kayu orang 20 orang.

“Konstruksi Bangunan dan Pertukangan Kayu Bagi WBP Lapas Nunukan bekerja sama dengan Politeknik Negeri Nunukan (PNN),” ujar Aji. 

Aji menjelaskan, target pelaksanaan akan dimulai pada bulan Februari ini juga, dengan membangun konstruksi tangga dan Patung Mandau, wisata lapas.

“Insyaallah, Kita akan mulai di Februari ini juga, 40 orang warga binaan lapas ini yang nantinya akan dibimbing langsung dosen dari kampus PNN,” jelasnya. 

Sementara itu Kalapas Kelas II B Nunukan I Wayan Nurhasta Wibawa dalam sambutannya menyampaikan, Aktualisasi program pelatihan kompetensi yang paling penting adalah terlaksana. 

“Kerja sama ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat sehingga nantinya dapat memberikan motivasi ke para warga binaan lapas,” sebut I Wayan. 

I Wayan menuturkan, warga napi harus ada pembinaan, agar kembali ke jati dirinya. Secara kepribadian dan kemandirian. Salah bergaul dan faktor sosial, prilaku menyimpang, sehingga menimbulkan dampak yang besar. 

“Berbagai macam keterampilan kita maksimalkan, termasuk melibatkan pihak perguruan tinggi Vokasi seperti kampus PNN sebagai penyelenggaranya, selain itu agar mereka punya pegangan hidup,” tutur I Wayan. 

I Wayan menjelaskan, setelah selesai Pelatihan kompetensi keterampilan kemandirian Konstruksi Bangunan dan Pertukangan Kayu mereka akan diberikan sertifikat soft skill demi mewujudkan hal tersebut para warga binaan lapas Nunukan akan dibimbing langsung dosen Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan PNN.  

“Diberi sertifikat ketika sudah selesai pelatihan dan praktek secara langsung. Butuh kajian ilmiah secara teori untuk dibimbing. Konstruksi perlu teori, kajian Teknik Sipil. Inilah tujuannya mereka akan dibekali keterampilan,” jelasnya.  

Bagi I Wayan, pentingnya ada peran Politeknik Negeri Nunukan Sehingga dapat mewujudkan tenaga ahli yang siap bersaing didunia luar.  

“Ukur diri sendiri, serius dan bertanggung jawab. Karena ini fungsi kemasyarakatan. Kami juga berharap bisa menjadi stimulus bagi warga binaan. Dan Kerja sama ini tidak sampai disini saja, semoga berjangka panjang dan saling bermanfaat tentunya,” sebutnya. 

Sementara itu mewakili direktur Arkas Viddy, Wadir I Bid Akademik PNN Dr. Besse Asniwaty, SE, MM mengatakan, kolaborasi perguruan tinggi Vokasi seperti PNN dengan Lapas merupakan langkah brand up dalam bidang pengabdian masyarakat. Kompetensi, pemikiran, pandangan membangun semangat baru. Agar menjadi manusia yang lebih baik.

Selain Wadir I PNN, hadir juga Ketua Program Studi Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan PNN, Maria Menung. 

Usai acara pembukaan pelatihan, Kalapas Nunukan bersama Wadir I PNN meninjau lahan wisata Lapas yang akan direnovasi guna dipercantik kembali sehingga bisa menjadi wisata yang bermanfaat bagi masyarakat. (hms)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini