JM Hot News - шаблон joomla Окна
A A A

Pemda Tancap Gas Sukseskan PDD Politeknik Nunukan

NUNUKAN – Setelah permohonan ijin operasional Politeknik Nunukan disetujui oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Nunukan pun langsung tancap gas. Pejanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan Politeknik Negeri Samarinda selaku perguruan tinggi yang akan melakukan pembinaan kepada Politeknik Nunukan hingga siap berdiri sendiri dan berstatus negeri langsung ditandatangani oleh Bupati Nunukan Drs H Basri.

Bak gayung bersambut, Politeknik Negeri Samarinda pun bergerak cepat menyiapkan masing – masing 6 dosen untuk tiap jurusan, direncanakan aan ada 4 jurusan yang akan dibuka, yaitu Teknik Alat Berat, Teknik Sipil, Pengolahan Hasil Perikanan, dan Administrasi Bisnis.
Dan meski belum semuanya sempurna, Politeknik Nunukan pun menyatakan diri siap menyambut tahun ajaran 2014/2015 dan akan menerima pendaftaran mahasiswa baru mulai tanggal 1 September 2014. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs Tommy Harun, M.Si menargetkan kegiatan perkuliahan sudah bisa dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 mendatang. “Kita targetkan di bulan Oktober tahun ini sudah ada perkuliahan,” kata Tommy Harun.
Lulusan SMA/SMK di wilayah Kabupaten Nunukan, diharapkan Tommy,  dapat memanfaatkan peluang itu dengan baik. “Meskipun harus tetap melalui beberapa tes, tetapi anak – anak Nunukan akan mendapatkan prioritas pertama,” kata Tommy.
Keinginan untuk mendirikan perguruan tinggi di Kabupaten Nunukan memang menjadi ambisi terpendam selama ini, bahkan sejak pemerintahan masih dipimpin oleh H Abdul Hafid Achmad.
Maka tidak heran jika pemerintah seakan melakukan segala upaya untuk menggolkan rencana tersebut. Saat memimpin rapat persiapan pembukaan Politeknik Nunukan di ruang bupati beberapa saat sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, misalnya, Bupati Nunukan bahkan degan tegas menyatakan akan mengerahkan segenap upaya untuk memuluskan rencana pendirian Politeknik Nunukan. “Politeknik ini harus kita keroyok bersama – sama. Apapun kekurangan yang ada harus segera kita selesaikan untuk masa depan anak – anak kita,” kata Basri. (do_2/HMS)