JM Hot News - шаблон joomla Окна
A A A

PDD Poltek Negeri Nunukan Buka Kelas Non Reguler

Selain membuka kelas reguler yang berisi mahasiswa lulusan sekolah lanjutan atas berusia maksimal 24 tahun, Politeknik Negeri Nunukan juga berencana membuka kelas non reguler untuk mereka yang sudah bekerja.  Direktur Politeknik Negeri Nunukan Arkasviddy PDh mengatakan, berbeda dengan kelas reguler yang melaksanakan perkuliahan pada pukul 07.30-14.00 setiap Senin-Sabtu, kelas non reguler dilaksanakan pada sore hingga malam. “Rencananya satu program studi dua kelas. Jadi kalau memang ada empat kelas pagi (reguler), empat kelas sore (non reguler), kalau bisa. Kalaupun tidak memungkinkan, itu sore kita hanya cukup dua kelas. Jadi dari teknik satu, dari administrasi satu yang non reguler,” ujarnya.

Politeknik Negeri Nunukan pada tahun pertama membuka Program Studi Teknik Alat Berat, Teknik Sipil, Teknik Hasil Pengolahan Perikanan dan Administrasi Bisnis. Arkasviddy mengatakan, pihaknya membuka kelas non reguler guna memberikan kesempatan kepada warga Nunukan khususnya yang sudah bekerja untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Apalagi pembukaan Politeknik Negeri Nunukan memang karena permintaan dan kebutuhan masyarakat. “Daripada teman-teman di siniskill-nya kurang kemudian jadi tenaga kerja Indonesia di Malaysia, kita bijaksanailah. Saat ini kita buat
model kelas kerjasama,” ujarnya.

Kelas kerjasama ini dilaksanakan melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan. “Jadi tidak tertutup kemungkinan mereka juga ikut kita bina, kita didik,” ujarnya. Untuk masuk kelas non reguler ini, setiap calon mahasiswa harus memenuhi kualifikasi yang disyaratkan. Mengingat keterbatasan sarana, dosen maupun waktu, pihaknya hanya membuka satu kelas non reguler. Meskipun mahasiswa disatu sisi untuk meningkatkan kesejahteraanya harus bekerja, hal itu tidak menjadi persoalan asalkan pendidikan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan aturan. “Jadi nanti yang bekerja kita carikan solusi. Setelah mereka bekerja, kuliah sampai jam delapan malam. Karena ini juga kan kita meminta ke Pemerintah Pusat karena kebutuhan masyarakat. Jadi tidak mungkin kita tolak semua,” ujarnya.

Perkuliahan kelas reguler maupun non reguler dimulai pada 1 Oktober, yang dibuka dengan kuliah perdana Penjabat Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie. Pada awal kuliah, para mahasiswa baru akan mengikuti pembinaan mental dan fisik (Bintasik) yang dibina anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 0911/Nunukan. “Itu sejenis orientasi tetapi bukan orientasi yang dilakukan oleh seniornya, karena mereka belum memiliki senior. Ini langsung oleh militer supaya mental dan fisik mereka lebih segar. Karena di Poltek full kuliahnya dari pukul 07.30 sampai 14.00,” ujarnya.

Nantinya, tenaga pengajar didukung dosen utama sebanyak 40 orang dari Politeknik Negeri Samarinda dan dosen pendamping yang berasal dari sejumlah instansi Pemerintah, konsultan perusahaan asal Samarinda maupun tenaga lokal di Nunukan yang memenuhi kualifikasi. Sebelum mengajar, dosen pendamping mengikuti Training of Trainers (TOT). “Jadi metodologi, bagaimana pengajaran di Politeknik? Karena pengajaran di Politeknik berbeda dengan di universitas atau perguruan tinggi lainnya. Nah yang jelas kita lebih mengutamakan, bagaimana ada simulasinya, praktiknya dan sebagainya,” ujarnya. Dia mengatakan, dengan pembekalan seperti itu, nantinya dosen dari Politeknik Negeri Samarinda akan mengajar selama sepakan penuh. “Kemudian didampingi dosen dari sini. Mereka kembali ke Samarinda, dosen pendamping yang melakukan,” ujarnya.
Pendirian Politeknik Negeri Nunukan mengacu pada Surat Mandat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional Nomor 659/E.E/DT/2014, tanggal 25 Juli 2014tentang Program Studi Diluar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Samarinda.