JM Hot News - шаблон joomla Окна
A A A

4 Jurusan, 60 % Praktek dan 40 % Teori

Keinginan panjang masyarakat adanya perguruan tinggi di Nunukan segera terpenuhi. Politeknik yang dibangun Pemkab Nunukan di Gang Limau Jalan Ujang Dewa Sedadap, kini terus berbenah guna menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2014 mendatang. Yayasan Penekindi Debaya yang diberi kepercayaan sebagai pengelola, mengaku Poltek masih memerlukan banyak persiapan.

Ketua Yayasan Penekindi Debaya, Trisno Hadi mengatakan, Poltek rencananya segera membuka pen-daftaran mahasiswa baru di 2014 mendatang. “Untuk sementara membenahi pemberkasan dengan bangunannya itu. Berkas kita belum lengkap, gak sempat dikembalikan ke kita, saya tanya ke notaris, pelan-pelan kita penuhi,” katanya saat dihubungi Koran Kaltara.
Diakui Trisno, hambatan lain adalah tidak ada anggaran tahun 2013 ini. Diharap dikucurkan di APBD perubahan. “Saya sudah komunikasi dengan Poltek Negeri Samarinda, yang kita ajak kerja sama di sini. Yang mengurus Poltek ini kan rata-rata PNS yang punya kesibukan masing-masing. Mutasi dan beberapa hal lain juga mempengaruhi,” ungkapnya.
Rencananya, Poltek Nunukan akan membuka empat jurusan. Di-antaranya Keuangan, Teknik Pangan, Teknik Sipil dan Teknik Maintenance Alat Berat. “Kemarin sudah pendataan dasar sampai BLK ini difungsikan, Poltek Samarinda melihatnya itu sudah representatif. Tinggal menambah beberapa alat saja untuk adik-adik. Bagaimana aplikasinya agar ini sesuai dengan perencanaan kita, 60 persen praktek dan 40 persen teori,” terangnya.
Demikian juga dengan perizinan. Trisno menuturkan, komunikasi dengan Direktorat Jenderal Pen-didikan Tinggi terus dijalin. “Tinggal data-datanya yang belum lengkap. Karena kita perbatasan, ada perhatian dari Pak Menteri, Pak Dirjennya juga begitu. Insya Allah, secepatnya kita selesaikan semuanya, biar 2014 kita sudah tinggal meresmikan bangunan Poltek,” tambahnya.
Sebelumnya, Aktivis Pemuda Akar Rumput Nunukan, Muhammad Surachman mendesak Pemkab Nunukan membangun Perguruan Tinggi. Tujuannya, memberi kesempatan kepada putra daerah yang kurang mampu bisa mengenyam bangku kuliah tanpa harus keluar daerah.
“Banyak saudara-saudara kita yang ingin melanjutkan pen-didikannya ke jenjang yang lebih tinggi, namun orangtua mereka tak mampu membiayai. Menurut saya sudah seharusnya Pemerintah Nunukan mendengar jeritan hati mereka,” ujarnya kepada Koran Kaltara, kemarin.
Aktivis STT Migas Balikpapan ini menyayangkan kehadiran Universitas Terbuka tanpa tenaga pengajar yang jelas. “Memang ada universitas, tapi itu tidak membantu. Selain biayanya yang tinggi, para maha-siswanya juga tidak mendapatkan ilmu yang seharusnya mereka dapatkan. Yang ada, ini hanya sebagai sarana mendapatkan ijazah tanpa mema-hami ilmu yang mereka terima,” jelasnya. (dia)